Unknown

Author : Luxi Dailinda Rizki

Cast : Yoo Hye Rin, Kim Tae Hyung, Oh Se Hoon, other

Genre : School life, Horor (?), Love



Sampai detik ini aku benar-benar tidak mengerti apa yang ku fikirkan. Semua orang menghujamku dengan kata-kata yang sangat ku benci. Yeoja jahat. Apa tidak ada kata lain selain itu? Sudah hampir satu tahun ini kutundukkan kepalaku dan tak bergeming sekalipun ketika kakiku mulai melangkah ke tempat belajarku. Apa salah jika aku berteman dengannya? Apa salah jika aku dicintai orang sepertinya? Tidak ada satupun orang di sekolah ini yang mau mendekat bersamaku. Mereka semua takut dengan kutukan yang akan menimpa mereka. Apa aku se menyeramkan itu? Nama Oh Se Hoon masih saja terngiang dibenak mereka. Bahkan kejadian itu sudah berlalu hampir satu tahun ini. kejadian yang membuatku takut setiap malam, kejadian yang membuatku tidak bisa melupakannya, aku benar-benar terbelenggu dengan masa lalu yang menyeramkan itu.
“Hyerin~ah, kau mau kemana? Apa harus aku mengantarmu.”
“Anni, pergilah. Sudah berulangkali ku bilang berhenti mengikutiku. Kenapa kau selalu mengikutiku eoh?”
Kata-kata inilah yang membuatku selalu menutup telingaku. Aku benci hidupku yang sekarang. selalu merasa bersalah atas semua yang terjadi. Aku bahkan hampir gila karena setiap malam harus memimpikan namja itu. Tanganku perlahan menjauh dari telingaku. Kalimat itu sudah tidak lagi terdengar. Mataku kembali terbuka. Aku menarik nafasku dalam dan kakiku kembali menyusuri koridor sekolahku.
Tess. Langkahku terhenti karena aku merasakan air mataku menetes menyusuri wajahku.
“Karena aku menyukaimu. Dan kau juga harus menyukaiku.”
                Ingin rasanya aku berteriak disini. Setiap kalimat yang keluar dari mulut namja itu selalu terngiang dalam ingatanku. Aku tersandar lesu didinding sekarang. aku benar-benar tidak kuat dengan semuanya. Setiap momenku bersamanya kembali menghantuiku. Di koridor inilah dia dengan beraninya menggendongku dan mengatakan pada semua orang jika aku yeojachingunya. betapa bodohnya aku mengabaikannya. Mengabaikan semua perasaannya padaku. Betapa bodohnya aku baru menyesali semuanya sekarang.
                Dukk. Kurasakan seseorang menabrak bahuku dengan sengaja. Aku hanya melihatnya penuh tanya. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan dariku.
“Lihatlah yeoja ini menatapku dengan tatapan dinginnya. Ah aku sangat takut melihatnya. Apa dia juga ingin membunuhku sama seperti yang dia lakukan terhadap namja tampan itu?”
Tanganku reflex terangkat mendengar  ucapan kasar yeoja yang ada dihadapanku ini sekarang. hampir saja aku memukul yeoja ini. tapi sesuatu menghentikanku.
“Hyerin~ah andwae! Kau tidak boleh mengotori tanganmu hanya untuk meladeni ocehan yeoja setan ini. kajja! Kita pergi dari sini. Aku akan mentraktirmu atas perayaan 1 jam aku menjadi namjachingumu.”
Aku menatap yeoja itu sekilas dan melewatinya begitu saja.
 Sama seperti biasanya setiap aku menampakkan wajahku dikelas semuanya tiba-tiba sunyi. Tidak ada yang menyapaku walaupun hanya dengan kata “Hai” sekalipun. Semuanya telah berubah setelah dia pergi.
*****
Waktu belajarku yang sangat membosankan baru saja usai. Tunggu dulu, ini belum berakhir. Aku masih harus menyelesaikan waktuku disekoah ini sekitar 6 jam kedepan. Bel berbunyi karena waktu istirahat sudah tiba. Semua siswa di kelasku sudah berhambur keluar kelas untuk memenuhi  hasrat perut mereka yang menginginkan makanan. Tapi tidak dengan aku. Aku lebih menyukai masakan ibuku daripada makanan fast food dikantin.
Tap tap tap tap.. aku mulai takut dengan suara langkah yang mendekatiku. Kurasakan sekarang orang ini duduk diatas mejaku. Kudongakkan kepalaku untuk melihat siapa sebenarnya orang yang telah mengganggu makan siangku.
“Annyeong.” Ternyata seorang namja. Dia melambaikan tangannya dan tersenyum konyol dihadapanku.
Aku membungkukkan badanku membalas sapaannya. Kubereskan makananku dan aku segera pindah ke meja lain. Aku sangat tidak nyaman dengan adanya namja itu duduk dimejaku sedangkan aku sedang menikmati makananku disana.
Namja itu turun dan menghampiriku. Apa sebenarnya yang dia inginkan? Baru kali ini ada namja yang mau mendekatiku setelah kejadian itu. “Kau marah” tanyanya dengan wajah polosnya. Namja ini duduk di depanku sekarang. dengan beraninya dia membalikkan kursi itu dan duduk dengan nyamannya didepanku. aku tidak meresponnya. Biasanya jika aku tidak merespon atau tidak berkata sedikitpun orang akan pergi dengan sendirinya. Tapi tidak dengan namja ini.
“lihatlah cara makanmu. Sangat berantakan.” Mendengar ucapannya aku buru-buru mengambil tisu dari kantungku dan mengelapkannya asal disekitar mulutku.
“Kau memperhatiikanku?” tanyaku datar.
“Hmm. Ku rasa aku tertarik padamu. kau berbeda dari semuanya.” Makanku seketika terhenti mendengar ucapan namja ini. sama persis seperti yang diucapkan Sehun padaku dulu.
Kubereskan semua makananku. Aku sudah tidak mau lebih jauh berbicara dengan namja ini. aku tidak mau ingatanku kembali berputar mengingat Oh Sehun.
“eoddiga?” teriaknya ketika aku beranjak dari kursi dan keluar kelas.
GREB. Namja ini menggenggam tanganku erat. Mataku seketika membulat dan menatapnya dingin. Tatapanku seolah bicara padanya “KAU MAU MATI!!”
Dengan konyolnya dia lagi-lagi tersenyum lebar seolah tidak bersalah sama sekali.
“KIM TAE HYUNG” Sepertinya seseorang memanggilnya. Inilah kesempatanku untuk menjauh darinya. Aku sama sekali tidak mengenalnya bagaimana bisa dia bertingkah seperti itu padaku. Aku sangat tidak menyukai orang seperti itu.
TAEHYUNG POV
“KIM TAE HYUNG” Dari kejauhan Ran Gi memanggilku. ais mengganggu saja. Apa dia tidak bisa melihat jika aku sedang sibuk sekarang. aku berbalik menghadapnya dan berulangkali menggerak-gerakkan telapak tanganku dengan maksud menyuruhnya pergi. Hembusan nafasku akhirnya keluar karena Ran Gi tetap saja tidak mengerti apa yang kumaksud. Lihatlah dia malah semakin mendekat ke arahku. Tatanan rambutku yang semula rapi sekarang sudah sangat berantakan karena aku mengacaknya frustasi. Yeoja yag bersamaku tadi hilang seketika. Ah, bodohnya aku tidak menggenggamnya erat tadi.
“Mwohe?” Ran Gi menggandeng lenganku erat. Aku sangat tidak nyaman jika tingkahnya mulai seperti ini padaku. Kutarik lenganku menjauhi gandengannya.
“Kau lihatkan tadi aku bersama seorang yeoja. Kau tahu siapa dia?” aku memberanikan diri bertanya padanya karena rasa penasaranku pada yeoja itu yang tidak terbendung sekarang.
“Yoo Hye Rin. Kenapa dengannya? Apa dia melukaimu?”
“Ani ani, ku rasa aku tertarik padanya.” Entahlah ucapan apa ini. tapi ucapan ini keluar sendirinya ketika aku mengingat wajah gadis itu.
“Ya! Mwoya! Bagaimana bisa kau menyukai gadis seperti dia? Gadis bisu. Yang tidak pernah bicara dengan siapapun.”
Rahangku mengeras mendengar ucapan kasar Ran Gi. “Ya! tutup mulutmu! Dia tidak bisu. Aku dengan jelas mendengarnya bicara padaku tadi. sekali lagi kau mengatakan itu dihadapanku aku tidak akan mau lagi berteman denganmu.”
“Mian. Hem. Sekarang kau boleh menceritakan semuanya padaku. Bagaimana bisa kau bicara dengannya eoh? Sebenarnya aku juga penasaran dengan itu. Semua namja disini takut mendekatinya. Entahlah kenapa. Mungkin dia tidak secantik aku.” Ucap Ran Gi percaya diri.
CIHH. Aku tersenyum sinis. “Bahkan dia jauh lebih cantik dari mu Ran Gi~ya. kajja! Kekelas.”
Ran Gi kembali memanyunkan bibirnya ketika mendengar pernyataanku. Tapi aneh sedetik setelah itu dia kembali tersenyum lebar dan menggenggam telapak tanganku erat. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkahnya.
“Ran Gi~ya! kau tahu kenapa aku tadi tidak menyusulmu ke kantin? Itu semua karena gadis itu. Aku langsung tertarik padanya ketika aku melihatnya makan dengan lahap dari jendela. Aku memberanikan diri menghampirinya. kufikir dengan menyapanya dan mengajaknya bicara dapat membuat kami dekat. Tapi gadis itu berbeda, dia sama sekali tidak menghiraukanku mungkin dia tidak menganggapku ada disana….”
“Ya! gadis itu beraninya mengabaikan Taehyungku.” Tanganku mendarat dikepala Ran gi dan menjitaknya.
“Sama seperti yang kau bilang tadi, dia sangat jarang bicara. Bahkan ucapanku yang panjang lebarpun hanya di responnya sekali.”
“Kau jangan lagi mendekatinya. Semua orang di sekolah ini percaya bahwa siapapun namja yang mendekatinya nasibnya akan sama seperti namjachingunya dulu. Dicampakkan! Dan kau tahu namjachingunya sudah meninggal 1 tahun yang lalu. Semua orang disini percaya bahwa namjachingunya itu akan mendatangi  namja yang berani mendekati  Hyerin karena namja itu sangat mencintai Hyerin bahkan sampai akhir hidupnya.”Ran gi menceritakan semuanya dengan sangat antusias.
“Apa ini ! Cerita konyol  apa yang kau bicarakan eoh?” aku menekan telunjukku dii dahi Ran Gi. “Pabbo”.
“Ya! nan gotjimal anniya. Ige jinjayo.” Ran Gi terlihat kesal karena aku yang tidak mempercayainya.
“Berhenti membahas tentang itu. Apa kau tidak merasa jika telapak tanganmu  sekarang dingin eoh? Leherku juga sedang dalam keadaan tidak enak sekarang. hawa dingin terus menerpa. Apa kau sudah memastikan jika Namjachingu Hyerin tidak akan datang kesini walaupun kau menceritakan semua tentangnya?” tawaku tertahan melihat ekspresi Ran Gi yang sangat lucu. Lihatlah! Bola mata itu terus saja bergerak mengawasi sekitar. Aku tidak menyangka dia bisa sebodoh itu. Percaya dengan hal-hal ghaib.  Aku tidak peduli dengan mitos apapun yang beredar di sekolah ini. yang jelas aku hanya meninginkan gadis itu. Aku akan terus  mengikutinya dan membuatnya juga tertarik padaku.

AUTHOR POV
Sekolah sudah berakhir 15 menit yang lalu. Sewajarnya sudah tidak ada lagi siswa yang menampakkan dirinya di sekolah. Karena malam akan segera berganti dengan siang. Tapi  ternyata teori itu salah. Seorang gadis terlihat duduk dengan tatapan kosong di kursi koridor yang menghadap taman sekolah. Entah apa yang dia fikirkan. Mungkin kenangan masa lalunya bersama namja itu kembali terulang.
“Hyerin~ah, kesini sebentar.”
“Ada apa?”
“Lihatlah bunga-bunga yang ada di sini akan menjadi saksi ikatan cinta kita. Cupp.
“Ya!! berani nya kau! Rasakan ini! ya! ya !
Kecupan kilat yang mendarat di pipi gadis imut berambut panjang itu sukses membuatnya terkejut. Gadis itu melempar semua benda yang ada di dekatnya kearah namja yang berani mengecupnya. Mereka memang sering bersama, tapi jika di tanya sang yeoja terus menjawab jika dia dan namja itu hanya teman. Sebaliknya, namja itu selalu menyebut gadis itu yeojanya. Kepada siapapun.  Sudah satu tahun ini  gadis yang bernama Yoo Hye Rin itu selalu duduk menyepi di sana setiap jam sekolah berakhir. Gadis itu masih belum bisa merelakan sepenuhya kepergian namja itu. Semua orang menjauhinya karena namja itu.  Kecelakaan itu memang terjadi. Dan itu semua bukan salah Hyerin. Takdir sudah menentukan semuanya.
 Teman-teman Hyerin menjauhi nya karena takut padanya. Hyerin sudah sangat sering mengatakan pad a teman-temannya jika dia melihat namja itu. Bukan hanya melihat tapi terkadang Hyerin juga bicara dengannya. Kebanyakan dari mereka menyebut Hyerin gadis gila karena sering berbicara sendiri.  Itulah yang menyebabkan Hyerin terlihat terus sendiri tanpa ada teman satu pun. Hyerin memilih untuk diam dan tidak bicara dengan siapapun, dia tidak ingin mereka menyebutnya seperti itu lagi. Hyerin yang dulunya ceria sekarang telah berubah drastis menjadi gadis pendiam dan misterius.
“Eoh, kau lagi.” Seorang namja membungkukkan badannya melihat wajah Hyerin untuk memastikan. Namja itu tersenyum ketika tahu bahwa gadis yang ada di hadapannya ini adalah benar Yoo Hyerin. Dengan beraninya namja itu duduk di samping Hyerin. Hyerin masih tidak bergeming, bergerak satu inci pun tidak.
“Kau ingat aku? Aku Kim Tae Hyung. Yang tadi menghampirimu di kelas. Kau masih ingat?”
Taehyung sedikit memiringkan kepalanya melihat Hyerin yang sama sekali tidak meresponnya.
Ehemm. Taehyung terlihat sangat malu karena gadis yang di ajaknya bicara sama sekali tidak menganggapnya.
“Kenapa kau belum pulang? Sebentar lagi malam. Apa kau sama sekali tidak takut?” Hyerin masih belum menjawab satu katapun ucapan Taehyung.
“Aku tadi tidak sengaja lewat sini. Aku baru saja selesai latihan music di ruang music tadi. ku rasa kita memang di takdirkan untuk bersama. Bukankah kau juga merasa seperti itu? Kau kenapa duduk disini? Apa ada kenangan yang tertinggal disini? Kenangan bersama namchinmu? Atau bersama seseorang yang special? Chingumu?” pertanyaan terus saja keluar dari mulut Taehyung. Sepertinya rasa penasarannya akan Hyerin sangat tinggi.
Gadis yang bernama Hyerin itu beranjak dari tempat duduknya tanpa menghiraukan Taehyung yang sedari tadi mengajaknya bicara. Dengan gontai Hyerin menyusuri koridor sekolah meninggalkan Taehyung yang masih duduk terpaku di tempat mereka duduk tadi. Entahlah mungkin Taehyung namja berkepribadian 4D itu sudah bosan dengan sikap Hyerin yang terlalu dingin hingga Taehyung tidak menyusul Hyerin.
TAP TAP TAP. Langkah cepat seseorang semakin mendekat kearah Hyerin. Siapa lagi jika bukan langkah Taehyung. Semua orang selain Taehyung pasti  akan menyerah jika sudah dihadapkan dengan sikap es Hyerin yang bisa membekukan siapapun. Taehyung memang berpendirian kuat jika menyangkut persoalan hati. Dia tidak akan mudah berpaling dan menyerah begitu saja jika ingin mendapatkan seorang gadis.
“Kau pulang sendiri? Akan sangat berbahaya jika gadis cantik sepertimu pulang sendiri.”
Hyerin masih tidak membuka mulutnya sedikitpun walaupun hanya untuk sekedar ucapan tidak. Yeoja itu malah mempercepat langkahnya menjauhi Taehyung.
GREBB. Tangan Taehyung berhasil menggenggam tangan Hyura erat.
“Ya! Lepaskan!” Hyerin menarik kasar tangannya.
“mian, tapi kau sangat keras kepala. Aku hanya ingin pulang bersama mu. Ah, mungkin itu terlalu berlebihan untukmu. Akan ku ganti. Aku hanya ingin bicara denganmu. Aku…” Taehyung tidak meneruskan ucapannya ketika melihat Hyerin membulatkan matanya. Pandangan Hyerin seperti tertuju pada sesuatu. Taehyung mengikuti  kemana tatapan Hyerin itu bermuara.
“Kau melihat apa? Tidak ada apa-apa disana?” ujar Taehyung bertanya-tanya.
“Oh Sehun.”
“nugu? Aku tidak melihat siapapun disana.”
“Kau memang tidak bisa melihatnya, tapi aku bisa. Inilah yang membuatku berbeda dari teman-temanku. Mereka tidak bisa melihat apa yang kulihat. Bahkan mereka menganggapku gila karena menurut mereka halusinasiku tentang Oh Sehun sangat tinggi. Tapi itu nyata.” Gadis itu mulai menitikkan air matanya.
“Bukankah itu bagus untukmu?  Ku dengar dari beberapa orang disini jika kau dan Oh Sehun adalah teman dekat.”
Hyerin memberanikan diri melanjutkan langkahnya.
“Kau tidak pernah mengerti bagaimana aku. Setiap malam aku ketakutan karena aku di datangi oleh sosok Oh Sehun yang sudah mempunyai dunia berbeda dengan kita. Tak jarang mereka yang wujudnya sama dengannya  juga mendatangiku.” Gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya. Matanya terejam seperti menahan takut. Mataya terbuka kembali ketika dia merasakan sebuah tangan menggenggamnya erat. Gadis itu memandang orang yang menggenggamnya itu penuh tanya.
“Kita pergi bersama. Jangan takut. Aku bersamamu.” Ukiran senyum terpampang di wajah namja tampan itu.
Hyerin yang sangat jarang tersenyum akhirnya tersenyum lega mendengar pernyataan namja itu.
“Hmm.” Anggukan setuju dari  Hyerin  pun keluar. betapa terkejutnya gadis itu ketika pandangannya kembali tertuju ke depan. Sosok Oh Sehun sudah tidak ada di sana. Bola matanya bergerak kesana kemari mencari sosok itu. Tapi hasilnya nihil.
“Dia sudah pergi. Apa mungkin dia pergi karena kau?” Hyerin perlahan melepaskan tangannya dari genggaman Taehyung. Tapi namja itu malah mempererat genggamannya.
“Aku akan mengantarmu. Ku mohon jangan menolak.”
Hyerin membiarkan tangan mereka bertautan dan melanjutkan langkahnya.
SKIP
Hyerin POV
Aneh, semuanya aneh ketika namja itu datang ke kehidupanku. Apa karena genggamannya? Setiap malam setiap aku pulang sekolah hantu penjaga koridor selalu saja menakut nakutiku, tapi hari ini dia tidak muncul. Bahkan Sehun pun menghilang entah kemana setelah tangan namja itu menggenggamku erat. Aku membaringkan tubuhku di ranjang yang sudah menemaniku selama 16 tahun ini. aku memejamkan mataku ketika tiba-tiba hawa dingin menerpaku, kakiku kaku, bulu kudukku berdiri. Oh tuhan. Siapa lagi ini? siapa lagi yang mala mini menggangguku? Apa tidak bisa sekali saja tidurku nyenyak tanpa ada gangguan siapapun.
GREB. Spontan aku membuka mataku ketika telapak tangan dingin menyentuh pergelangan tanganku. Aku menarik tanganku cepat dan menempatkan tubuhku mundur menyentuh dinding kamarku. Aku sangat takut dengan hantu. Walaupun aku terkadang melihat mereka tetapi tetap saja wajah mereka menyeramkan dan mereka bukan lagi manusia.
“Hyerin~ah, jangan takut.”
Suara itu, suara itu terdengar suara teman baikku Oh Sehun. Ya. oh Sehun yang selama ini mereka bicarakan. Teman satu sekolahku menganggap aku yang membunuh namja itu. Itulah yang membuatku terpuruk. Aku bisa sangat membenci diriku sendiri jika mendengar kata-kata itu.
FLASHBACK
“Hyerin~ah, akhirnya kau datang. Sudahh 1 menit aku menunggumu disini. Kau dari mana saja eoh?”
“Mian, tapi aku piket kelas hari ini. jika tidak mau menungguku terlalu lama. Kenapa kau tidak duluan saja?”
Sehun tersenyum lebar. “Ani, aku ingin pulang bersamamu.”
“Hyerin~ah, kau sangat cantik dengan ini.” Sehun menyematkan rambutku yang tergerai di belakang telingaku dan masangkan sesuatu di sana. Aku meraba telinga kananku memastikan apa yang dipasangkannya disana.
“Jangan di sentuh. Bunganya bisa rusak nanti.” Cegahnya dengan menggenggam lenganku erat.
Aku sangat tidak mengerti maksudnya. Dia menatapku sangat dalam. Apa yang ada difikirannya sekarang? entahlah.
“Chu~~” tak bisa kuduga sebelumnya. Sehun tiba-tiba saja menciumku. Aku menolak tubuhnya keras kebelakang menjauhiku. Tess.. air mataku tanpa kusadari sudah membasahi wajahku. Aku tidak pernah menyangka jika Sehun bisa berbuat seperti ini padaku. Aku tahu dia menyukaiku, tapi apa harus dia melakukan ini? berulangkali ku katakana padanya jika aku hanya menganggapnya teman tidak lebih dari itu.
“Hyerin~ah, wae? Kaumarah? Mian. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaanku.” Sehun kembali menggenggam lenganku.
“Lepaskan!” aku melepaskan genggamannya kasar.
“Aku membencimu! Bukankah aku sudah pernah bilang padamu jika aku akan berciuman dengan orang yang ku cintai. Cinta pertamaku nanti. Tapi kau mengacaukan semuanya. Nappeun!”aku memukul dada Sehun sekuat tenaga ku.
“Pergilah! Jangan pernah mendekatiku lagi! berhenti menghubungiku! Dan berhenti menguntit kemanapun aku pergi! Aku membencimu!” Aku berlari pergi dari Sehun. 
“Hyerin~ah. tunggu! BRAKKKK………AAAA”
“Sehun~aaaahhh.” Aku berteriak sekencang-kencangnya ketika dari seberang jalan aku melihat Sehun terkapar  tidak berdaya. Benar, semuanya salahku. Jika aku tidak berlari darinya, dia tidak mungkin mengejarku dan kecelakaan itu tidak mungkin terjadi. Sehun~ah mian.
Dengan reflex aku menutup telingaku ketika kembali mengingat dan mendengar suara-suara itu. Suara teriakan Sehun, suara percakapan terakhir kami saat itu.
“Hyerin~ah, mianhae.”
Hiks hiks hiks. Aku duduk terdiam memangku lututku. Aku ingin menangis disana. Aku tidak ingin Sehun melihatku menangis. “Sehun~ah, kha!! Aku tidak ingin melihatmu lagi. karena kau aku menjadi yeoja lemah seperti ini. karena kau juga aku menjadi trepuruk seperti ini. menjauh dariku Sehun~ah.”
“Mianhae. Mianhae, mianhae Hyerin~ah.” Suara itu perlahan mulai terdengar sayu. Aku membuka mataku dan benar Sehun sudah pergi.
SKIP
“Kau tidur dengan baik semalam? Tidak ada lagi hantu yang datang mengganggumu kan?”
Namja ini. masih saja menguntitku. Apa lagi yang akan dia lakukan sekarang. setiap hari saat jam istirahat dia selalu datang menemuiku di kelas dan menemaniku makan. Apa yang sebenarnya ada di fikirannya sekarang. apa yang membuatnya berani medekatiku.
Dia mengeluarkan kotak makanan dari tasnya dan duduk di hadapannku.
“Sepertinya makan denganmu menyenangkan.” Aku tersenyum sinis mendengar ucapan konyolnya itu.
“Aku mau mengantarmu pulang lagi hari ini. kau mau kan? Aku akan menumpas semua hantu yang mengganggumu. Aku ini adalah namja hebat.” Ujarnya dengan sombongnya dengan mulut penuh makanan.
“Omo! Menyeramkan sekali.” Aku buru-buru menutup wajahku dengan tangan.
“Ye? Mwo? Eoddi?” tanyanya dengan suara takut. Aku menunjuk tepat di belakangnya. Sontak dia terkejut, tapi aku juga terkejut ketika tiba-tiba dia spontan memelukku.
“Ya!”
Namja menyebalkan ini mulai mengendorkan pelukannya. “Ah mian. Ini semua salahmu. Jika kau tidak menakutiku aku tidak akan berlari memelukmu.”
“Aku tidak menakutimu. Itu memang ada.”
“Sehun~ah.” aku sangat bingung. Kenapa akhir-akhir ini Sehun sangat sering menemuiku. Apa karena namja ini? apa karena aku dekat dengannya?
“Kau melihatnya lagi? apa dia disini?” tanyany a penasaran yang kususul anggukanku mengiyakan.
Aku membulatkan mataku ketika tiba-tiba saja Sehun menghilang. Bahkan dalam sekejap.
Tangan Taehyung mulai mendekat ke wajahku. Taehyung mengelusnya lembut. ada apa dengan namja ini. ingin rasanya aku menampar wajahnya sekarang. tapi entahlah apa yang membuatku tidak bisa melakukannya.
“Hyerin~ah, aku merindukanmu. Aku ingin kembali bersamamu. aku berharap kau bisa bahagia dengan hidupmu sekarang. tanpa aku. Namja ini, yang akhir-akhir ini menemanimu. Aku sempat cemburu padanya karena dia bisa menggenggam tanganmu, mengusap rambutmu,  dan berbicara denganmu . dia melakukan yang semua manusia bisa lakukan. Tidak seperti aku.”
Mendngar ucapannya aku memundurkan kursi ku menjauhinya.
“Nuguya?” tanyaku takut.
“Nae ya! Oh Sehun. Lama sudah tidak mengobrol seperti ini Hyerin~ah. mian, karena memanfaatkan tubuh namja ini untuk sekedar mengobrol denganmu. Tapi aku benar-benar merindukanmu!”
Aku berdiri dan mendorong tubuh Taehyung yang saat ini didalamnya adalah Sehun.
“Keluar dari tubuhnya sekarang! kau tidak boleh melukai orang lain seperti itu. Kau kenapa kembali mendatangiku? Kau butuh pernyataan maaf dariku? Aku sudah memaafkanmu Sehun~ah. keluarlah dari sana! Kau tidak boleh menyakitinya seperti itu!”
Dia berdiri dan memegang pundakku erat. “Aku masih ingin di sini bersamamu, seperti ini. dengan tubuh namja ini.”
“Pergi!” Chuuu~~ kurasakan tubuh Taehyung melemas. Sehun sudah pergi. Mianhae Taehyung~ah aku sudah membuatmu seperti ini.
“Ya! ya! lihatlah apa yang mereka lakukan ! berciuman di sekolah.” Suara riuh semakin terdengar. Taehyung sudah sadar. Aku menduduk kannya di kursi da pergi ke luar kelas.
“Hyerin~ssi.” Aku tidak menghiraukan panggilannya dan terus berlari. Aku ingin mnyendiri di manapun sekarang. aku terduduk lesu di bangku yang selalu ku duduki setiap pulang sekolah.
Aku menanagis sejadi-jadinya di sana. Mengeluarkan semua kekesalanku.
“Maafkan aku Taehyung~ah,  karena kau sudah terlibat masalahku dengan namja itu. Seharusnya kau tidak pernah masuk dalam kehidupanku. Tidak menggangguku, dan seharusnya perasaan ini tidak pernah ada. Apa maksudmu setiap hari mendatangiku ke kelas hanya untuk makan bersama denganku, apa maksudmu ketika kau setiap hari menungguku di gerbang untuk pulang bersamaku. Aku bodoh!”
Kurasakan tubuhku sekarang berada dalam pelukan yang sangat nyaman.
“Itu semua karena aku menyukaimu. Bukankah sudah berulang kali ku katakana. Jika aku benar-benar menyukaimu.”
“Aku memang bodoh! Aku bodoh karena aku tidak bisa menyadari semuanya! Aku membiarkan semuanya tumbuh begitu saja. Aku benci dengan semua ini. aku tidak seharusnya menyukaimu hiks hiks.”
“Mwo? Kau menyukaiku? Apa aku tidak salah dengar? Taehyung mengendorkan pelukannya.
Aku mengusap air mataku dan bertingkah seolah tidak pernah mengatakan apapun.
“Ya! katakan sekali lagi! aku ingin mendengarnya. Ya! Yoo Hyerin.”
Ku gelengkan kepala ku dengan cepat. Aku benar-benar salah tingkah dengan semua perlakuannya. Taehyung kembali menenggelamkanku dalam pelukannya.
“Aku sangat senang mendengarnya. Aku lebih menyukaimu Hyerin~ah. ah, anni bukan Hyerin sekarang. tapi Chagi.”
“Mwoya? Kekanakan sekali.” Ujarku.
“Kau ini. tidak usah malu seperti itu. Aku tahu kau juga menyukai panggilan itu. Oh ya. namja yang bernama Oh Sehun itu tidak akan muncul lagi kan? Berarti kau seutuhnya milikku. aku tidak perlu bersusah payah bersaing dengan hantu untuk memilikimu. Ocehnya seenaknya. Aku menjitak kepalanya pelan.
“hem, dia tidak akan muncul lagi.”
“ini saatnya kau kembali seperti kau yang dulu. Hyerin yang ceria. Bangkit dari keterpurukanmu karena namja itu Hyerin~ah, aku akan selalu disampingmu.” Cup kecupan singkat mendarat di dahiku.
“Gomawo Taehyung~ah.”
********
Sejak hari itu, aku sudah kembali. Tidak ada lagi Hyerin yang pendiam, dingin, menyeramkan, misterius dan apapun itu.  Hyerin yang sekarang telah kembali seperti Hyerin yang dulu. Hyerin yang cantik, baik, dan ceria. Ini semua berkat namjachinguku. Ya, kalian benar. Dia adalah KIM TAEHYUNG. Orang yang telah membantuku bangkit dari keterpurukan dan melupakan semuanya. Melupakan semua kenanganku bersama Oh Sehun dan menggantinya dengan kenangan baru bersamanya.
“Kau dari mana saja?”
“Aku dari kelas. Jangan marah. Aku membawakanmu sesuatu. Jang jang!  Untukmu.” Aku menyodorkan kotak makanan ku yang berisi kue cokelat padanya. Senyuman manisnya kembali terukir di wajahnya.
“Eummm. Ini sangat enak. Gomawo.” Taehyung mengusap kepalaku.
“Dan aku juga punya sesuatu untukmu. Pejamkan matamu.”
Aku menuruti semua yang dikatakannya. Kurasakan tangannya  menggenggam lenganku dan memasangkan sesuatu disana. Betapa terjkejutnya aku ketika melihat di pergelangan tanganku melingkar sebuah gelang yang sangat cantik. Gelang itu bertuliskan “YEOJA INI MILIKKU”
“Mwoya ige? Kekanakan sekali.” Aku menahan tawa melihat ekspresi wajahnya.
“Ya! itu segel yang menandakan kau itu milikku. tidak boleh ada satupun namja yang medekatimu. Aku benar-benar menyukaimu. Aku tidak akan pernah melepaskanmu Hyerin~ah.”
“Saranghae.” Bisiknya halus di telingaku yang sukses membuatku menyungginggkan sebuah senyuman tipis.
“Nado saranghae Taehyung~ah.”
“YA!! SEMUANYA KAU DENGAR? YEOJA CANTIK INI MENGATAKAN JIKA DIA JUGA MENCINTAIKU! KALIAN SEMUANYA JANGAN PERNAH MENDEKATI DIA! KARENA DIA MILIKKU SEKARANG!” tanpa rasa malu sedikitpun Taehyung berteriak seenaknya.
“Ya! Kim Tae Hyung hentikan. Lihatlah semuanya melihat kea rah kita.”
“Biarkan saja! Aku tidak peduli.”
Seorang yeoja berhenti dihadapan kami. “Taehyung~ah, chukkae. Kau sudah bersamanya? Ya!! Yoo Hyerin! Jangan pernah sekali saja kau mengabaikan Taehyungku! Aku tidak bisa menaklukan hatinya, tapi kau bisa melakukannya. Kau satu-satuny ayeoja selama dia hidup yang berhasil memikatnya. Aku tahu kau istimewa di matanya. Nan Shin Ran Gi imnida. Teman baik Taehyung.”
Aku menyambut juluran tangannya. “Yoo Hyerin imnida. Kau tenanglah. Dia juga namja pertama  untukku. Aku tidak akan pernah mengabaikannya. Percayalah.”

END







Unknown
Author : Luxi Dailinda Rizki

Cast :  Park Hyura, Oh Sehun, Lee Gikwang, Park Chanyeol, other

Genre : Friendship, Romance, School life

Length : Chaptered 

“Ne, tapi itu nanti. Jika aku benar* sudah siap. Aku saja belum lulus kuliah kan? Oppa malah mengajakku menikah.”
“apakau tidak setuju jika kita menikah? Kau bisa melanjutkan kuliahmu setelah kita menikah nanti. Aku tidak ingin jika aku mati nanti kau belum menjadi milikku.. jadi aku mempercepat pernikahan kita.”
“ne, oppa terserah kau saja.”
“Chagiya kau bersiap* lah aku akan memberikanmu sebuah kejutan, mandilah dan berdandanlah yang cantik.”
 aku duduk di ruang tengah. aku menunggu gikwang oppa yang akan memberikanku kejutan. tidak lama kemudian gikwang oppa masuk.
"Chagi.. aku akan memperkenalkan seseorang."
"Masuklah.."

Jantungku berhenti berdetak ketika melihat siapa yang datang. ya dia Sehun.. namja yang selama ini kutunggu kedatangannya. dia juga sama sepertiku. dia tercengang melihatku. kami mematung.
"Kalian kenapa ? Sehun kau mengenalnya? pastyinya iya.. karena dia adalah teman setingkatmu dulu saat kau SMA. dia calon istriku, bagaimana cantik kan?"
"eoh? aku tidak mengenalnya hyung. aku sudah lupa wajah teman* ku saat SMA dulu. hyung aku kekamar dulu, aku sangat lelah."
@Kampus
“Sanghee~ah aku ingin bicara sesuatu.”
“Bwol ?”
“dalam waktu dekat ini aku akan menikah dengan Gikwang oppa..”
“Lalu..? bukannya tidak apa* diakan namja chingumu.”
“tapi, aku tidak mencintainya sanghee.. aku mencintai orang lain.”
“Siapa orang yang kau cintai itu, apa aku boleh tau ?”
“Ne, sebenarnya saat kita masih di SMA dulu aku pacaran dengan Sehun, hubungan kami terputus ketika kami berdua kecelakaan. Sehun pindah ke Amerika untuk mendapat perawatan yang lebih baik, dan sekarang kau tau? dia kembali.. tapi aku sangat sedih.. dia pasti sekarang sangat membenciku dia pasti akan mengira jika aku menghianatinya. Sanghee~ah bantu aku.. jebal!!!”
 “Shireo.. aku tidak mau membantumu.kau tau? Namja yang dulu pernah aku kagumi di SMA adalah Sehun. Kau tidak mengerti perasaanku Hyura? Setiap hari aku harus melihat kalian berdua dengan segala kedekatan kalian, aku fikir kalian hanya teman. Ternyata lebih darii itu. Hyura.. aku akan merebut dia darimu. Kau telah membuatnya terluka kau telah menghianatinya, jadi kau tidak pantas untuk menjadi kekasihnya lagi.”
“Yaa!! Sanghee mianhae, aku benar* tidak tahu jika kau menyukai Sehun.. kau tidak mengerti posisiku sekarang Sanghee, aku benar* dalam keadaan terjepit sekarang.”
“Aku pergi, mulai sekarang kau bukan chinguku lagi. Aku muak melihatmu. Ketika Sanghee hendak melangkahkan kaki meninggalkanku langkahnya berhenti ketika Sehun memberhentikan mobilnya dihadapanku. Sehun menjemputku, dapat kulihat dengan sangat jelas bahwa Sanghee sangat marah kepadaku.
“Sehunnie.. terimakasih telah menjemputku.”
“Aku disuruh oleh gikwang hyung. Jika bukan dia saja yang menyuruhku aku tidak akan sudi menjemputmu.”pandangan Sehun lurus kedepan.”
Aku memeluk Sehun.”Sehunnie mianhae.. aku tidak bermaksud menghianati cinta kita… tapi aku.” Ucapanku terhenti ketika Sehun melepas paksa tangan ku yang memeluknya.
“jangan pernah kau lakukan hal konyol seperti itu tadi, kau itu calon istri hyungku.. kenapa kau memelukku. Kau akan jadi kakak iparku. Apakah pantas seorang kakak ipar memeluk adik calon suaminya sendiri.”Sehun bicara ketus padaku.
“Sehunnie.. hubungan kita belum berakhir. Kita belum memutuskan hubungan kita kan? Kau tidak boleh dingin seperti itu terhadapku aku ini yeojachingumu. Kau ingat ini?” aku menunjukkan kalung pemberian Sehun.
“Kalau begitu aku akan memutuskan hubungan kita. Sekarang kita sudah tidak ada ikatan lagi. Arasseo? Jadi kau jangan pernah ganggu ku lagi. Turunlah, sudah sampai.”
Sehun berjalan cepat mendahuluiku aku ingin mengejar Sehun tapi sayang gikwang oppa telah dulu mencegat kami dimuka pintu.
“Yaa, sehun mana calon istriku.”
“ kau tidak usah khawatir, aku bukan penculik yang akan menculik calon istri orang, dia dibelakang .”
Sehun POV
Aku sangat haus, aku memutuskan untuk mengambil minum didapur. Tidak sengaja aku melihat hyura dan gikwang hyung sedang duduk bersama berdua di sofa putih ruang tengah. Aku sangat terkejut ketika melihat hyung semakin mendekat kea rah hyura. Gikwang hyung mendekatkan wajahnya kewajah hyura. Aku tidak sanggup melihatnya..aku pergi dari ruangan itu agar aku tidak melihat apa yang mereka lakukan.
“Hyung jadi yeoja yang selama ini kau cintai adalah hyura hyung? Aku rela hyung jika dia harus menikah denganmu. Kau sangat baik, dia tidak akan menderita bersamamu.”aku berkata lirih
“Sehun.. dimana kau.?”
“ne, hyung aku disini..”
“Sehun boleh hyung minta tolong padamu? Bisakah kau mengantarkan Hyura ke butik tempat kami memesan baju pengantin?”
“Shireo.. aku sibuk.”
“Jeball!! Sehunnie..
“oh.. oppa aku tidak apa jika berangkat sendiri, kasihan Sehun, dia mungkin capek.”
“jeongmal kau tidak apa* jika harus sendiri ?”
“Ne..”
Hyura pov
Hari ini aku akan fitting baju pengantinku dengan gikwang oppa. Aku selalu berharap baju pengantin pria itu akan dipakai oleh Sehun, tapi itu mungkin tidak akan pernah terjadi, sekarang Sehun sangat membenciku. Saat aku menunggu di halte bis perasaanku sangat tidak enak aku merasa jika ada orang yang mengikutiku, dan benar..
“Ya.. yeoja manis.. mari ikutlah dengan kami, kami tidak akan menyakitimu.”preman* itu mencolek daguku.
“jebal!! Jangan ganggu aku, kalian mau apa ? uang? Aku punya uang jika kalian mau.”
“ani, kami tidak ingin uang.. kami hanya ingin kau.”
“Shireo..” aku mendorong tubuh 2 preman itu. Tapi aku tidak akan pernah bisa keluar dari kepungan mereka. Mereka sangat kuat.. mereka mendorongku sehingga kaki dan tanganku terluka.. tiba*.. bukk bukk bukk
“Jangan ganggu dia, pergi kalian.”
“Kau,kajja kita pulang, aku akan mengobati lukamu.”
Sehun membawaku pulang, tapi bukan kerumah gikwang oppa.. dia membawaku ke apartementnya..
“Duduklah..aku akan mengobatimu.”
Dia sangat sabar mengobatiku, tidak terlihat dimatanya tentang semua sifat dinginnya padaku. Yang ada sekarang hanyalah tatapan mata penuh cinta dan kekhawatirannya.
“Aku senang kau kembali sehunnie, kau kembali lembut kepadaku seperti dulu.”
“Ani,, aku tidak akan pernah kembali menjadi Sehun yang dulu, aku sekarang berbeda. Aku sudah mengobatimu, aku akan menelfon gikwang hyung agar dia menjemputmu.”
Sehunniee.. aku menarik Sehun dan aku mengecupnya, aku sangat merindukan Sehun. Sehun mendorong tubuhku kasar.
“Ya!! Apa yang kau lakukan.. kau sangat tidak sopan,” dia membentakku.
“Yoboseyo.. hyung. Calonmu ada diapartementku sekarang. Dia terluka kau jemput dia sekarang.
Sehun pov
Hyura sudah pergi.dia sudah dijemput gikwang hyung. Hati ini terasa sangat sakit melihat dia pergi, tapi apa yang bisa kulakukan. Apa aku harus mencegah Hyura pergi? Itu tidak mungkin. Apa ada alasan kenapa aku harus menahan Hyura pergi? Aku memang mencintainya, tapi sekarang dia sudah menjadi milik hyungku. 2 hari lagi mereka akan melaksanakan pernikahan. Aku harus merelakan hati ini terluka untuk beberapa waktu terakhir ini. Aku ingin hyungku bahagia, hyungku sakit dia tidak sekuat aku. Bagaimana jadinya jika aku mengambil Hyura darinya, mungkin aku bisa bertahan jika Hyura bersamanya.
“Aiss.. kenapa takdir hidupku menjadi seperti ini ? apa aku memang bukan diciptakan untuk hyura.huaaaah..” aku membanting benda yang ada disekitarku.. aku frustasi. Aku tidak tahan dengan semua ini.
“Mianhae Hyura,aku tadi berlaku kasar terhadapmu. Percayalah aku melakukan semua itu karena aku menyayangimu, aku ingin kau hidup bahagia dengan pria baik* seperti hyungku.aku tidak ingin kau menderita hidup bersamaku.” Aku berbicara dengan foto Hyura yang kusimpan disaku celanaku.
SKIP
Pukul 8 pagi Kst
“Yaa.. Ireona!!! Ireona Sehunnie..” ku dengar sayup* suara hyura yang memanggilku, aku membuka mataku. Aku sangat terkejut bahwa benar suara yang tadi memanggilku adalah Hyura.
“Yaa!!! Kau kenapa kau disini? Keluar kau sekarang.. aku tidak ingin gikwang hyung melihatmu bersamaku.
“Hei Sehunnie.. aku kesini karena aku bosan dirumah. Hyungmu sangat sibuk.dia menyuruhku datang ke apartementmu dan mengajakmu jalan* sebagai obat bosanku dirumah. Dia fikir kita akan cocok jika menjadi teman karena kita seumuran.”
“shireo.. kau pergi saja sendiri, aku malas.”
“jeball!!! Kita pergi ke took bubble tea ne.. jebal sehunnie..”
“Ne, aku mau mjika bubble tea. Aku mandi dulu. Kau keluarlah..”
SKIP
“Sehun bolehkah aku memeluk pinggangmu.? Aku takut jatuh.”
Dasar bodoh pegangan saja, kenapa harus bertanya dulu. Aku juga tidak akan marah. Aku hanya berkata itu padanya didalam hati.
“Kau diam. Itu tandanya kau mau eoh..” Hyura tersenyum.
@toko
“Sehunnie.. punyaku lebih enak dari punyamu, kau mau cicip ini?” hyura menyodorkan bubble tea nya untukku, aku hanya menggeleng dan berjalan mendahuluinya.
“heii,, kau Sehun bukan ?” tiba* ada seorang yeoja yang wajahnya lumayan familiar di ingatanku menyapaku.
“Nuguya ?” aku tersenyum dingin kearahnya dan berlalu begitu saja. Tapi yeoja itu mengejarku.
“Kau tidak ingat denganku eoh? Aku Sanghee.. teman SMA mu dulu.”
“Ohh.. kau sudah sebegini besar Sanghee~ah. Aku fikir kau tidak akan tumbuh hingga sebesar ini. Mianhae aku tidak mengenalimu, kau berubah begitu cantik.” Aku mengusap pucuk kepala Sanghee.
Kulihat hyura sudah berada disampingku dengan memasang wajah tidak sukanya.
“Yaa!!! Neo!! Beraninya kau mendekati Sehun. Dia milikku..” Hyura mulai marah dan menunjukkan jarinya kearah hyura.
“Kau telah menghianatinya, dia bukan milikmu lagi. Kau terlalu percaya diri Hyura.. dia sudah tidak mencintaimu lagi.”
Aku yang melihat pemandangan konyol ini hanya tersenyum evil. Aku bertanya* dalam hati, apakah mereka sudah tidak bersahabat lagi? Apa mereka sekarang telah menganggap musuh satu sama lain? Apa itu semua karena aku ? ahh.. entahlah aku pusing dengan perasaan wanita.
Author pov
“Kau telah menghianatinya, dia bukan milikmu lagi. Kau terlalu percaya diri Hyura.. dia sudah tidak mencintaimu lagi.”
“Mwo,, ?? dia masih mencintaiku. Akan kutanyakan padanya jika kau tidak percaya.”
“Yakk Sehunnie.. kau masih mencintaiku kan?”
“Menurutmu ?” Sehun merespon ketus pertanyaan Hyura.
“ Aku yakin kau masih mencintaiku.”
“Kau terlalu yakin.. aku sudah lama melupakanmu, itu sebabnya aku tidak peduli jika kau harus menikah dengan gikwang hyung.”
“Ani,kau masih mencintaiku. Kau pasti bercanda. Hahaaha kau lucu sekali.” Hyura tertawa dengan tetesan air mata dari kelopak matanya.
“aku serius.. dan aku tidak sedang bercanda.”
“Ya!!! Kau dengar tidak? Dia sudah lama melupakanmu.. kau terlalu murahan jika terus mengemis cinta daarinya.. kau lebih baik pergi dari hidupnya, kau sungguh tidak punya malu kau sudah menghianatinya dan sekarang kau memintanya untuk kembali padamu.” Sanghee meraih tangan Sehun dan menggandengnya.
Hyura berlari meninggalkan Sanghee dan Sehun. Ia sangat sedih dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu. Ia tidak menyangka jika sahabatnya sekasar itu sekarang. Tiba-tiba awan yang semula cerah berubah menjadi mendung.. suara guruh sudah mulai terdengar. Sebentar lagi akan turun hujan. Sehun tidak tega jika hyura harus basah kuyup karena hujan.
“Sanghee~ah mianhae aku harus mencari Hyura.” Sehun melepaskan tangan Sanghee yang menggandeng tangannya lalu pergi mengejar Hyura.
Bresszzsss.. Hujan turun dengan derasnya. Sehun masih mencari Hyura. Pencarian Sehun terhenti ketika Sehun mendengar suara isak tangis seseorang yang berasal dari pohon besar yang ada dibelakangnya.
“Yaa.. Hyura~Ah.. kau kenapa disini? Kajja kita pulang.. kau pasti kedinginan.”
“nan shireo.. kau pergi saja. Kau bilang kau sudah tidak mencintaiku lagi, lalu kenapa kau masih saja menghawatirkanku hikss.” Hyura mendorong tubuh Sehun .”Kajja.. pulang.” Sehun menyeret Hyura kasar.
“Anniyo.. aku tidak mau pulang. Aku masih mau disini, aku masih mau berbagi semua apa yang kurasakan saat ini bersama butiran* air hujan. Sehunnie.. mianhae aku telah menghianatimu. Aku sudah menjadi yeojachingu orang lain ketika kau tidak ada.hikss tapi percayalah sehunnie.. hatiku ini hanya kuberikan untukmu, tidak untuk orang lain. Jika kau sangat membenciku, aku akan pergi dari hidupmu aku tidak akan mengharapkan cintamu lagi, aku tidak akan pernah mengganggumu lagi.” Hyura menangis ditengah derasnya hujan.
“Aku juga mencintaimu hyura.jeball!! gajima.. jangan pernah menjauh dariku. Mianhae jika selama ini aku kasar padamu. Aku benar* tersiksa dengan apa yang kuperbuat sendiri, aku menyiksa hatiku.”
Sehun menarik Hyura dan Chuu~~                                                                                                                                      
“Walaupun aku bukan first kiss mu tapi aku menyukainya Hyura. Kau tau ini adalah first kiss ku. Impianku terkabul, aku telah berjanji pada diriku sendiri jika aku tidak akan berciuman dengan yeoja manapun selain yeoja yang kucintai.”
“Kau salah Sehunnie.. kau adalah first kiss ku. Aku juga tidak pernah melakukan ini dengan namja lain. Aku juga hanya akan melakukan ini dengan namja yang aku cintai.
“Gotjimal!! Jelas* aku melihatnya. Kau bersama gikwang hyung.”
“Aku benar* tidak melakukannya.”
FLASHBACK
Gikwang oppa semakin mendekat kearahku. Apa yang akan  dia lakukan?
“Oppa mianhae aku belum siap. Aku hanya akan memberikan firstkiss ku kepada namja yang aku cintai.”
“oh ne, gwenchana.”
FLASHBACK END
“Jinja? Ternyata kita masih berpegang teguh dengan janji kita dulu hyura.” Sehun tersenyum dan memeluk hyura erat. Mereka berpelukan ditengah derasnya hujan.
“Kaliann…”
Gikwang pov
“Hujan begitu deras, hyura pasti sendirian dirumah. Aku harus segera pulang.”
Saat mobilku melewati sebuah jalan aku sepertinya melihat Hyura. Aku memutuskan untuk turun mobil dan memastikan apa itu hyura atau tidak. Ku lihat yeoja itu sedang berpelukan dengan seorang namja. Aku semakin mendekat dan akupun semakin yakin jika itu adalah hyura dan namja itu adalah adikku sendiri Sehun.
“Kaliann…” Sehun terkejut dan melepaskan pelukan hyura.
“Hyung dengarkan aku dulu.. aku dengan Hyura tidak ada hubungan apa*..”
“Ne, aku tau. Kajja kalian cepatlah masuk kedalam mobil. Kalian bisa sakit.”
SKIP
Malam ini aku tidak bisa tidur.. aku memutuskan untuk kekamar Hyura.. kulihat Hyura juga tidak bisa tidur.
“Kenapa kau belum tidur?”
“Molla.”
“Kau sudah siap dengan pernikahan kita besok ?”
“aku siap jika pernikahan ini harus dilaksanakan, geunde oppa mianhae karena aku belum bisa mencintaimu. Aku mencintai namja lain.. mianhae oppa.”
“Aku tau, namja itu adalah Sehun kan?”
“Ani, oppa bukan dia..”
“Kau jangan berbohong. aku kemari setiap malam..aku tau kebiasaanmu, sebelum tidur kau pasti menuliskan isi hatimu dibuku diarymu bukan ? dan pada malam itu, kau lupa menyimpan bukumu dan aku telah membaca semuanya.”
“Lalu? Apa kau akan merelakan aku pergi bersama Sehun?”
“Ani, aku tidak akan melepaskanmu. Aku tidak akan rela jika kau pergi dengan namja lain, sekalipun namja itu adalah adikku..” aku pergi dari hadapan hyura kulihat hyura menangis aku sangat sakit melihat yeoja yang sangat aku cintai menjatuhkan air mata.
Tuhan.. bantu aku berikanlah aku jalan, apakah aku harus merelakan Hyura pergi bersama Sehun ? Sehun telah mengorbankan perasaannya belakangan ini karena hyura yang statusnya sekarang adalah calon istriku. Apa aku juga harus mengorbankan perasaanku? Aku tak kuasa menahan airmataku..
Pukul 07 Pagi KST
Hari ini adalah hari pernikahanku dengan hyura.. kulihat diriku yang telah rapi mengenakan jas putih. Aku berjalan kekamar Hyura.. rupanya dia juga sudah siap. Kudengar hyura menangis, aku ingin menghampirinya. Tapi, Hyura tidak sendiri, dia sedang bersama Sehun.
“Hikkss.. sehunnie bagaimana ini ? kita tidak akan mungkin bisa bersatu hikks.. aku akan menjadi istri hyungmu hikkss..”
“Kau jangan menangis.. nanti makeup mu luntur, aku tidak mau gikwang hyung malu jika calon istrinya sangat jelek..!! apa yang orang katakan nanti jika kau telah jelek seperti ini ?”
“Sehunniee,,” Hyura memeluk Sehun.”Sehunniee,, saat kau masih bersamaku dulu aku selalu bermimpi jika kau lah namja yang akan mengucapkan janji itu bersamaku, aku selalu bertanya pada dunia ini, apakah kau takdirku ? tapi dunia ini tidak meemberikan aku jawaban apa2 sehunnie,, aku selalu optimis dan percaya jika kaulah takdirku. Tapi ternyata aku salah.. aku tidak ditakdirkan bersamamu. Hikksss. Hikss”
“Uljima, aku keluar dulu ne.. aku tidak ingin gikwang hyung melihat kita.”
SKIP
Pernikahan sudah akan dimulai.. aku dan Hyura sudah menempati tempat yang telah disediakan. Kami hanya tinggal mengucap janji. Kulihat hyura tidak bisa  berhenti menangis.. aku sangat tersiksa. Apa aku begitu egois.? Karena terlalu memikirkan diriku sendiri ? dan akhirnya aku memutuskan untuk …
“Aku tidak akan mengucapkan janji suci pernikahan ini. Karena calon istriku tidak mencintaiku. Dia mencintai oranglain. Aku tidak mau memaksanya. Aku akan menunda pernikahanku.” Aku berteriak dihadapan semua hadirin
“Yaa bagaimana, bagaimana apa  penrnikahannya batal, yayaaya mana mungkin,,”Hadirin mulai rebut dan meninggalkan kursi duduknya.
“Tunggu, kalian jangan pergi. Hari ini akan tetap ada pernikahan. Hanya saja bukan aku pengantin laki2 nya. Pengantin laki2nya adalah Sehun adikku. Yeoja yang aku cintai ini mencintai adikku.. mereka saling mencintai.. kemarilah Sehunnie.” Aku menyatukan tangan mereka.
“Hyung, kau tidak perlu melakukan semua ini nan gwenchana.”
“Sehun, kalian saling mencintai. Mengenai aku.. nan gwenchana aku bisa menunda pernikahan ku sampai tahun depan aku janji aku akan menemukan seorang yeoja yang tepat, yang mencintai aku.”
“Oppa, mianhae.”
Aku mengusap pucuk kepala Hyura.. “Ne.. gwenchana.”
GIKWANG POV END
Akhirnya prosesi pernikahan Hyura dan Sehun selesai. Hyura memeluk Sehun.
“Sehunniee.. pertanyaanku yang kutujukan untuk dunia ini sudah terjawab.. Kau memang takdirku Sehunnie. Kau tidak boleh pergi lagi dariku.”
“Ne.. Duniaaa…. aku akan mengatakan hal yang selama ini kupendam dalam2 di hatiku.. Hyura~ah Saranghae.. Neomu neomu joahyo. Neoumu neomu Saranghae” Sehun berteriak sekencang2nya.
“Nado,, Sehunnie ,,.. nado saranghae !!!! SARANGHAE

END